Tampilkan postingan dengan label For Your Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label For Your Info. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 November 2015

Serba-serbi Manfaat Sehat Selai Kacang



Kali ini kita kupas tuntas apa saja manfaat mengonsumsi selai kacang bagi kesehatan?

Kaya Akan Lemak yang Baik Bagi Tubuh

Kandungan lemak dalam selai kacang merupakan jenis lemak baik (monounsaturated fat) yang tidak berbahaya bagi jantung. Konsumsi jenis lemak yang berasal dari bahan makanan nabati ini juga tidak meningkatkan risiko penumpukan lemak pada tubuh jika dikonsumsi dengan porsi yang seimbang.

Mencegah Pembentukan Batu Empedu

Ada 2 studi yang meneliti tentang pengaruh selai kacang terhadap kesehatan. Dari penelitisan tersebut, diperoleh fakta bahwa orang yang mengonsumsi olahan kacang setiap minggu memiliki risiko pembentukan batu empedu 25 hingga 30 persen lebih rendah daripada mereka yang jarang atau sama sekali tidak pernah mengonsumsi olahan kacang.

Manfaat lain selai kacang untuk sistem pencernaan adalah meminimalkan risiko kanker usus besar. Karena kandungan serat dalam selai kacang akan membantu memperlancar sistem pencernaan dan meminimalkan risiko sembelit.

Kandungan Potasium yang Baik untuk Jantung

Menjaga kesehatan jantung ternyata tidak sulit. Karena nutrisi potasium yang terdapat dalam selai kacang terbukti ampuh untuk menjaga kesehatan organ tersebut. Jika kesehatan organ jantung terjaga dengan baik, Anda pun terhindar dari risiko darah tinggi dan penyakit stroke.

Mempertahankan Daya Ingat dan Fungsi Otak

Jika tak mau cepat pikun, mulailah mengonsumsi selai kacang. Sebab kandungan niasin dalam selai kacang terbukti mampu mempertahankan daya ingat dan mencegah risiko penyakit alzheimer. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi makanan yang mengandung niasin bisa menekan risiko alzheimer hingga 70 persen.

MatahariMall, online shop terbesar yang menyediakan aneka selai kacang dan makanan sehat.

Sarapan pagi yang praktis selalu dilakukan oleh banyak orang karena ingin segera melanjutkan aktivitas lainnya. Meskipun harus praktis dan siap santap, bukan berarti Anda bisa mengabaikan kecukupan nutrisi saat sarapan. Melalui info online shop terbesar di sini, di MatahariMall Anda dapat memilih ragam kebutuhan sarapan yang kaya akan gizi. Termasuk aneka jenis selai kacang yang bermanfaat bagi kesehatan.

Siapkan selalu selai kacang untuk melengkapi menu sarapan maupun camilan Anda di rumah. Saatnya menjaga kesehatan diri Anda dan keluarga dimulai dari pola makan sehat yang sarat gizi.

Kamis, 19 Juni 2014

Domain Baru; agitavioly.com


Yeeeay, setelah sekian lama nggak mosting di blog menye-menye ini karena kebanyakan jalan-jalan dan isi blog sebelah (kamu jangan iri, ya!) akhirnya sekali mosting langsung kenalan domain baru! :)

Iya, domain baru ini disponsori oleh @Warung_Blogger karena menang lomba blog. Berhubung blog sebelah udah jadi menujujauh.com, jadinya yang dipindahin ke (dot)com ya blog ini aja, deh! Selamat yaaa :D

Soal isi dan tata bahasa, hmmm... enaknya gimana, ya? Ini kan blog random, mungkin aku akan isi cerpen, puisi, curhatan dan pasti surat cinta, dong! Sesekali yang up to date deh biar isinya nggak galau terus.

Anyway, selamat datang di rumah baru. Semoga nyaman, yaa! ^^v

Kamis, 13 Februari 2014

Mari Menulis


"Git, gimana sih caranya bisa nulis detail gitu pengalaman lo di blog?"

Seorang teman pernah bertanya demikian. Bagi saya, menulis bukanlah sebuah hal baru. Saya mulai menulis cerita sejak di Sekolah Dasar (iya, memang dulu saya tak sempat disekolahkan di Taman Kanak-kanak). Saya mencintai setiap kata demi kata yang terukir dari jari-jari bantet saya. Sementara bagaimana caranya untuk menulis secara detail saya punya rahasia. Sebuah rahasia yang sebentar lagi tak akan menjadi rahasia.

Jadi begini, sejak dulu saya selalu menuliskan hal apapun yang terjadi di hidup saya dalam sebuah buku. Sebagai seorang perempuan yang tumbuh pada jamannya, memiliki buku diary adalah suatu kewajiban. Dari mulai kesal, bahagia, jatuh cinta hingga patah hati tertumpah dan tercurahkan disana. Perasaan meledak-ledak seperti itu tersimpan rapi tanpa seorang pun yang tahu. Karena memang mengumbar perasaan adalah sikap yang tak baik, bukan?

Lain dulu, lain sekarang. Saat ini bila merasakan sesuatu, seolah-olah tangan bergerak secara otomatis meraih ponsel. Menyentuh deretan keypad dan membentuk sebuah kalimat seperti apa yang sedang dirasa. Bila senang, kata-kata mutiara akan lahir sebagai status di akun jejaring sosial. Sementara bila marah, kata-kata sumpah serapah akan mengotori linimasa. Berharap teman-temannya tahu apa yang saat ini ia rasakan. Bukan main anak jaman sekarang.

Orang-orang di sekitar kita memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang senang bila melihat status-status twittermu sedang kesusahan, ada yang iri bila melihat statusmu sedang senang. Aneh memang, namun apalah guna memanas-manasi hati mereka. Lebih baik menulis di tempat rahasia saja, yuk!

Demi mendukung hobi menulis kalian, saya mempersembahkan sebuah buku!! Sebut saja handbook. Nah, buku ini dibuat oleh seorang teman di Bandung. Ukurannya minimalis dan praktis dibawa kemana-mana. Biasanya saya membawanya ketika jalan-jalan kemudian dipergunakan untuk mencatat hal-hal kecil selama traveling. Sesampainya di rumah, barulah saya kembangkan menjadi sebuah tulisan di blog ini dan blog sebelah ~> http://agitavioly.blogspot.com ^_^

Ini dia penampakannya...

Nggak Usah Pake Pre Order, Pesan Langsung Kirim!!

Karena menulis bisa dimana saja, Tak harus di status twitter dan mengotori linimasa :)


Berapa harganya? Cuma Rp 25.000!!!
Awet, tebel dan bisa dipakai selama setahun, tuh!

Tertarik? Mau tanya-tanya? SMS/Telp/WhatsApp aja ke nomor 085217337492 atau 08891922241. Bisa juga mention ke @nauvael. Bisa Cash On Delivery di Bandung, Bekasi, Jakarta dan Depok. Bisa juga dikirim ke alamat kamu. Belum termasuk ongkos kirim, ya! Ditunggu pesanannya :)

Senin, 17 Desember 2012

How To Use a Microscope?


  1.       Carry the microscope with two hands. The left hand is under the microscope (base) and the right hand is in the arm of microscope stand 
  2.             Put the microscope on the table
  3.       Plug on the microscope 
  4.        Put the slide of specimen (object) at the stage. You can use the specimen holder and two knurled locking screws for securing specimen holder to stage.  
  5.         Use the course focus knob to refocus. Again, if you haven't focused on this level, you will not be able to move to the next level.  
  6.          Now switch to High Power. (If you have a thick slide, or a slide without a cover, do NOT use the high power objective). At this point, ONLY use the Fine Adjustment Knob to focus specimens.  
  7.          If the specimen is too light or too dark, try adjusting the diaphragm. 
  8.          If you see a line in your viewing field, try twisting the eyepiece, the line should move. That's because its a pointer, and is useful for pointing out things to your lab partner or teacher. 


    Cleanup
    1.       Clean the lens with xylol
    2.       Store microscopes with the scanning objective in place.
    3.       Cover the microscopes.
    4.       Wash slides in the sinks and dry them, placing them back in the slide boxes to be used later.


    Troubleshooting
    Occasionally you may have trouble with working your microscope. Here are some common problems and solutions. 

    1.       Image is too dark!
                Adjust the diaphragm, make sure your light is on.

    2.       There's a spot in my viewing field, even when I move the slide the spot stays in the same place!
    Your lens is dirty. Use lens paper, and only lens paper to carefully clean the objective and ocular lens. The ocular lens can be removed to clean the inside.

    3.        I can't see anything under high power!
    Remember the steps, if you can't focus under scanning and then low power, you won't be able to focus anything under high power. 


    Selasa, 16 Oktober 2012

    Thalassemia

    Siang itu macet sekali. Aku tak kebagian tempat duduk dan harus berdesak-desakkan didalam bus Transjakarta jurusan Kampung Melayu. Air Conditioner tak lagi berfungsi. Tenggorokkanku tercekat, aku haus sekali. Badanku gemetar, aku terus beristighfar. Keringat dingin mulai mengucur diseluruh tubuhku. Seketika mataku berkunang-kunang. Dalam keadaan setengah sadar, aku meraih madu dalam bentuk sachet didalam tasku. Aku selalu membawanya kemana-mana dan meminumnya ketika kepalaku mulai pusing.

    Madu sachet kini berada di genggamanku. Kusobek ujungnya dengan menggunakan gigi taringku. Dalam waktu singkat aku dapat menghabiskan seluruh isi didalamnya. Namun pusingku tak kunjung reda. Penglihatanku semakin buram. Aku hampir tak sadarkan diri. 

    Seorang bapak menepuk pundakku, memberikan tempat duduk untukku. Mataku terpejam. Namun dapat kurasakan alisku yang terus mengerut menahan sakit di kepala. Setibanya di Kampung Melayu, aku segera ke klinik terdekat, penasaran dengan kadar hemoglobin dalam darahku. Aku memang sudah terbiasa kurang darah. Aku memiliki riwayat anemia.

    8,7-10,1 g/dL adalah kadar hemoglobin rata-rataku. Tak pernah bisa lebih dari kadar segitu, sementara kadar hemoglobin yang normal adalah 11,7-15,5 g/dL. Hari ini aku sudah meminum sebutir obat penambah darah, dan setelah periksa di klinik tersebut, kadar Hemoglobin-ku masih 10 saja, tak lebih. Aku berjalan dengan lesu, kutangkap sebuah tulisan di dinding klinik.

    Thalassemia..
    merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan / diwariskan, karena adanya kelainan genetik yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam sintesis atau produksi rantai globin. Akibatnya, produksi hemoglobin berkurang, kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari usia sel darah merah normal yaitu kurang dari 120 hari sehingga penderita akan mengalami gangguan kurang darah atau biasa disebut anemia.

    Gejala Thalassemia..
    • Anemia - Pucat, sulit tidur, lemas, kurang nafsu makan, infeksi yang sering berulang.
    • Jantung Berdebar - Jantung bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hemoglobin dan semakin lama jantung akan menjadi lemah dan mudah berdebar-debar
    • Tulang Tipis dan Rapuh - Sel darah diproduksi dalam sumsum tulang. Pada keadaan thalassemia sumsum tulang dipaksa bekerja lebih keras untuk pembentukan hemoglobin lebih banyak. Pada kasus thalssemia berat (mayor), tampilan khas penderitanya adalah batang hidung yang melesak ke dalam atau “facies cooley”.
    Deteksi Thalassemia Melalui Panel Uji Saring Thalassemia
    Panel Thalassemia merupakan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kemungkinan thalassemia. Pemeriksaan ini terdiri dari:
    • Hematologi rutin – Untuk mengetahui nilai MCV-volume hemoglobin dalam sel darah merah dan MCH-konsentrasi hemoglobin di dalam sel darah merah
    • Gambaran darah tepi – Untuk melihat morfologi eritrosit (bentuk/gambaran sel darah merah)
    • Analisis Hb – Untuk mendeteksi hemoglobin yang abnormal, baik jumlah produksi maupun jenisnya
    • Badan inklusi HbH – Untuk mendeteksi kemungkinan pembawa sifat thalassemia atau HbH disease
    • Ferritin – Untuk mengetahui apakah anemia disebabkan oleh defisiensi / kekurangan zat besi, penyakit kronik atau thalassemia
    • Tes Presipitasi DCIP – Untuk mendeteksi kelainan hemoglobin varian HbE

    Pengobatan Yang  Diberikan
    Penderita thalassemia mayor memerlukan perhatian lebih khusus. Pada umumnya, penderita thalassemia mayor harus menjalani transfusi darah dan pengobatan seumur hidup.
    Selain transfusi darah, perlu diberikan obat desferal (deferoxamine) untuk mengatasi penumpukan zat besi di dalam organ tubuh akibat transfusi darah berulang dalam waktu lama. Obat ini diberikan melalui suntikan di bawah kulit atau infus, yang dapat mengikat zat besi tersebut untuk dikeluarkan melalui urin.
    Namun, cara ini sangat menyakitkan bagi anak-anak, untunglah untuk saat ini sudah ditemukan obat tablet deferasirox pengganti suntikan infus desferal, yang dapat diberikan pada penderita berusia di atas dua tahun.

    Cara Mencegah Thalassemia
    • Mencegah perkawinan antara dua orang pembawa sifat thalassemia
    • Memeriksa janin yang dikandung oleh pasangan pembawa sifat thalassemia, dan menghentikan kehamilan bila janin dinyatakan sebagai penderita thalassemia mayor

    Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan. Prevalensi penyakit Thalassemia dapat dicegah atau dikurangi  jika setiap orang melakukan pemeriksaan atau skrining Thalassemia.

    Bulu kudukku berdiri, tubuhku gemetar, aku semakin lemas.
    Ayah, Ibu, siapa diantara kalian yang mewariskan penyakit ini padaku?



    Pada suatu siang yang terik
    memayungkan diri disebuah halte
    sambil menunggu bus P9A
    Pasar Senen - Bekasi


    sumber : Thalassemia

    Jumat, 28 Mei 2010

    ZAKUMI dan World Cup 2010

    yeaaaah .
    akhirnyaaaa ..

    setelah empat tahun menanti datangnya tamu musiman, Piala Dunia digelar lagi dan kali ini akan diadakan di Afrika Selatan tanggal 11 Juni 2010 yang bertepatan dengan hari terakhir gua UAS . yeyeyee

    empat tahun lalu, yaitu World Cup 2006 dilaksanakan di Germany dengan pemenangnya negara Italy ( gua cukup sebal dengan juara diving yang satu ini ) dan dengan dipecundanginya England pada babak perempat final atas portugal yang telah membuat Wayney Rooney diacungkan kartu merah oleh wasit karena diving yang sengaja dilakukan oleh mas CR .

    Agar tidak terus menerus menjelek"an timnas lain karena kebencian gua terhadap mereka, lebih baik pindah ke topik lain . hhe
    yak, WC 2006 punya maskot yang dinamakan Goleo and Pille .
    Goleo VI, sering juga disebut dengan Goleo, dan Pille adalah maskot resmi WC 2006 di Jerman.
    Goleo berbentuk seekor singa, dan selalu tampil bersama pasangannya, Pille, sebuah bola yang dapat berbicara. Goleo mengenakan pakaian sepak bola dengan nomor punggung 06 tertulis di bajunya, dan dia tidak memakai celana.
    Yang sangat gua sayangkan, sampai saat ini gua tidak memilikki satupun kenang-kenangan dari WC 2006 padahal maskotnya berupa singa yang merupakan hewan yang paling gua cinta .. ahh Lion :)
    dan kali ini, World Cup 2010 meluncurkan sebuah maskot bernama Zakumi.
    Zakumi adalah seekor macan tutul dengan rambut nyentrik berwarna hijau, Zakumi lahir tanggal 16 Juni 1994 yang bertepatan dengan hari pemuda di Afrika Selatan.
    Pada tahun 2010 Zakumi akan berusia 16 tahun, yang akan dirayakan secara global dengan tajuk piala dunia 2010.
    Nama Zakumi berasal dari kata “Za”, kode untuk Afrika Selatan, dan “kumi”, sebuah kata yang berarti sepuluh dalam berbagai bahasa Afrika. Zakumi mengenakan kostum hijau dan kuning (emas), yang juga menjadi warna dominasi seragam tim Afrika Selatan.

    Zakumi memang macan tutul, tetapi dengan dominasi rambut jabrik" nyentrik seperti itu membuatnya lebih terlihat seperti seekor singa dengan surai hijau dan bikin gua semakin gemas ketika melihatnya berjejer di minimarket" dekat rumah dengan harga yang diatas rata-rata alias masih sangat relatif mahal.
    Gua sangat menanti turunnya harga barang-barang berbau World Cup 2010 terutama Zakumi karena program pengiritan . hhe

    see my Zakumi ..

    ah iyaa, about World Cup 2010 jadwalnya sudah keluar ..
    bisa diliat disinii ..
    tapi jamnya belum diganti, Waktu untuk pertandingan ialah GMT+1, yang perlu dilakukan untuk sesuaikan dengan waktu Indonesia cukup memajukan 6 jam saja karena Indonesia termasuk kedalam waktu GMT+7.
    bisa disaksikan secara langsung di RCTI atau Global TV.


    Grup A
    Jumat, 11 Juni 2010
    Afrika Selatan v Meksiko, 15:00
    Uruguay v Perancis, 19:30
    Rabu, 16 Juni 2010
    Afrika Selatan v Uruguay, 19:30
    Kamis, 17 Juni 2010
    France v Meksiko, 12:30
    Selasa, 22 Juni 2010
    France v Afrika Selatan, 15:00
    Meksiko v Uruguay, 15:00

    Grup B
    Sabtu, 12 Juni 2010
    Argentina v Nigeria, 12:30
    Korea Selatan v Yunani, 15:00
    Kamis, 17 Juni 2010
    Argentina v Korea Selatan, 19:30
    Yunani v Nigeria, 15:00
    Selasa, 22 Juni 2010
    Yunani v Argentina, 19:30
    Nigeria v Korea Selatan, 19:30

    Grup C
    Sabtu, 12 Juni 2010
    England v USA, 19:30
    Minggu, 13 Juni 2010
    Algeria v Slovenia, 12:30
    Jumat, 18 Juni 2010
    England v Aljazair, 19:30
    Slovenia v USA, 15:00
    Rabu, 23 Juni 2010
    Slovenia v England, 15:00
    USA v Aljazair, 15:00

    Grup D
    Minggu, 13 Juni 2010
    Jerman v Australia, 15:00
    Serbia v Ghana, 19:30
    Jumat, 18 Juni 2010
    Jerman v Serbia, 12:30
    Sabtu, 19 Juni 2010
    Ghana v Australia, 12:30
    Rabu, 23 Juni 2010
    Australia v Serbia, 19:30
    Ghana v Germany, 19:30

    Grup E
    Senin, 14 Juni 2010
    Jepang v Kamerun, 15:00
    Belanda v denmark, 12:30
    Sabtu, 19 Juni 2010
    Kamerun v denmark, 19:30
    Belanda v Jepang, 15:00
    Kamis, 24 Juni 2010
    Kamerun v Belanda, 19:30
    Denmark v Jepang, 19:30

    Grup F
    Senin, 14 Juni 2010
    Italia v Paraguay, 19:30
    Selasa, 15 Juni 2010
    Selandia Baru v Slowakia, 12:30
    Minggu, 20 Juni 2010
    Italia v Selandia Baru, 15:00
    Paraguay v Slowakia, 12:30
    Kamis, 24 Juni 2010
    Paraguay v Selandia Baru, 15:00
    Slovakia v Italia, 15:00

    Grup G
    Selasa, 15 Juni 2010
    Brasil v Korea Utara, 19:30
    Pantai Gading v portugal, 15:00
    Minggu, 20 Juni 2010
    Brasil v Pantai Gading, 19:30
    Senin, 21 Juni 2010
    Portugal v Korea Utara, 12:30
    Jumat, 25 Juni 2010
    Korea Utara v Pantai Gading, 15:00
    Portugal v Brazil, 15:00

    Grup H
    Rabu, 16 Juni 2010
    Honduras v Chili, 12:30
    Spanyol v Swiss, 15:00
    Senin, 21 Juni 2010
    Chili v Swiss, 15:00
    Spanyol v Honduras, 19:30
    Jumat, 25 Juni 2010
    Chili v Spanyol, 19:30
    Swiss v Honduras, 19:30


    My Lovely England masuk Group C,
    I Hope they will be a winner of World Cup 2010 !

    Kamis, 27 Mei 2010

    seputar Marmut Merah Jambu

    Marmut Merah Jambu atau lebih singkatnya bisa disebut MMJ .
    ngomongin apa sih?
    mana ada marmut warnanya pink?

    Jadi gini, MMJ itu buku terbaru alias buku kelimanya Raditya dika setelah Kambing jantan, Cinta brontosaurus, Radikus Makankakus, dan Babi Ngesot. Awalnya gua cukup heran karena semua buku"nya bang dikung berjudul binatang ditambah lagi cover buku yang memamerkan wajahnya dalam keadaan aneh. ckckck
    hanya bisa geleng kepala ..

    Yak, kembali ke MMJ ..
    Rencananya buku ini akan terbit di toko buku seluruh Indonesia tanggal 1 Juni 2010, yang bertepatan dengan hari pertama gua UAS untuk kenaikkan ke kelas 12 . ckck
    harga bukunya Rp 39.500 . mahal yah
    tapi klw pre-order dapet diskon 20% jadi Rp 31.600 ..

    about cover,
    lagi-lagi bang dikung melakukan hal absurd dengan berpose aneh di halaman depan bukunya . dan yang lagi-lagi membuat gua geleng" kepala ..
    check this out ..
    Bagi ibu-ibu hamil yang tanpa sengaja menemukan gambar ini,
    jangan lupa untuk mengucapkan amit-amit jabang bayi sambil mengusap" perut anda.


    Piss bang :)
    gudlak buku terbarunya .
    I'll buy ur new book .
    penasaran sama kisah cinta di buku baru lu, apakah se-semrawut kisah gua??

    Katanyaaa ..
    Buku ini agak beda dari buku sebelumnya ..
    Memang Marmut Merah Jambu enggak se-”berantakan” Kambingjantan, atau se-”kasar” Babi Ngesot, tetapi Marmut Merah Jambu punya komedi yang lebih halus dari buku sebelumnya, dan issue yang dibahas di buku tersebut lebih “dalam”.
    Di buku yang baru ini bang dikung mau coba masukin “hati” lebih banyak dalam tulisan komedinya. Dia mau do it the Pixar way, with heart and comedy.

    Hampir sama kayak Cinta Brontoaurus, Marmut Merah Jambu lebih banyak ngebahas cinta, tapi bedanya di Marmut Merah Jambu dia ngebahas hal-hal yang lebih nyelekit dan pahit lagi. Dia pengen tahu rasanya menggabungkan antara sakit hati dengan komedi seperti apa. Jadi, kebanyakan yang kalian akan baca di Marmut Merah Jambu adalah pengalaman pribadinya waktu jatuh cinta, patah hati, dan penuh pengharapan. Cerita cintanya juga ada yang dari SMP, sampai yang sekarang ini. Akan ada cerita dia ditolak (sering, btw), naksir, diputusin, dan pengharapannya sama hubungan yang baru.

    Semuanya, sekali lagi, ditulis dengan gaya komedi. Ada juga kok tulisan komedi yang bersifat bukan cinta-cintaan, jadi jangan takut kalo yang gak suka baca cerita cinta. :P
    Anyway, di Marmut Merah Jambu, dia membuka pahit-manis cinta, untuk kita tertawakan bersama-sama.


    gua sangat menunggu datangnya 1 Juni 2010 .
    tapi gua gak mengharapkan datangnya UAS ! zzz

    Minggu, 31 Januari 2010

    VIBRIO

    BAB I
    PENDAHULUAN


    Vibrio merupakan jenis bakteri yang hidupnya saprofit di air, air laut, dan tanah. Bakteri ini juga dapat hidup di salinitas yang relatif tinggi. Sebagian besar juga bersifat halofil dan tumbuh optimal pada air laut bersalinitas 20-40‰.
    Genus Vibrio adalah penyebab penyakit vibriosis yang menyerang hewan laut seperti ikan, udang, dan kerang-kerangan. Spesies Vibrio umumnya menyerang larva udang dan penyakitnya disebut penyakit udang berpendar. Vibrio menyerang larva udang secara sekunder yaitu pada saat dalam keadaan stress dan lemah, oleh karena itu sering dikatakan bahwa bakteri ini termasuk jenis opportunistic pathogen yang dalam keadaan normal ada dalam lingkungan pemeliharaan, kemudian berkembang dari sifat yang saprofitik menjadi patogenik jika kondisi lingkungannya memungkinkan.
    Terdapatnya bakteri patogen Vibrio di perairan laut menandakan adanya kontak dengan buangan limbah industri dan rumah tangga seperti tinja manusia atau sisa bahan makanan lainnya, di mana bakteri tersebut secara langsung akan tumbuh dan berkembang bila kondisi perairan tersebut memungkinkan. Selanjutnya dari keadaan ini kemudian akan berpengaruh terhadap biota perairan dan akhirnya pada manusia.
    Bakteri dari spesies Vibrio secara langsung akan menimbulkan penyakit yang dapat menyebabkan kematian biota laut yang menghuni perairan, dan secara tidak langsung bakteri yang terbawa biota laut seperti ikan akan dikonsumsi oleh manusia, sehingga menyebabkan penyakit pada manusia.





    A. KLASIFIKASI
    Kingdom :Eubacteria
    Divisi :Bacteri
    Class :Schizomycetes
    Ordo :Eubacteriales
    Famili :Vibrionaceae
    Genus :Vibrio
    Species :
    • Vibrio anguilarum,
    • Vibrio alginolyticus,
    • Vibrio cholerae,
    • Vibrio salmonicida,
    • Vibrio vulnificus, dan
    • Vibrio parahaemolyticus.

    B. MORFOLOGI
    Morfologi atau struktur tubuh dari bakteri Vibrio bila diisolir dari faeces penderita atau dari biakkan yang masih muda adalah batang bengkok seperti koma, tetapi akan berbentuk batang lurus bila diambil atau didapat dari biakkan yang sudah tua.
    Mempunyai sifat Gram negatif dengan ukuran 1 – 3 x 0,4 – 0,6 µm tetapi ada beberapa literatur yang mengatakan bahwa Vibrio berukuran panjang (1,4 – 5,0) µm dan lebar (0,3 – 1,3) µm.
    Vibrio memiliki satu buah flagel (monotrik) dan dapat bergerak sangat aktif (motil), tetapi tidak berspora dan tidak berselubung.

    C. SIFAT FISIOLOGIS DAN BIOKIMIA
    Pada biakkan, dapat dilihat bahwa Vibrio membentuk koloni yang cembung (convex), bulat, smooth, opak, dan tampak bergranula bila diamati dibawah sinar cahaya.
    Bersifat halofilik dan dapat tumbuh optimal pada air laut bersalinitas 20-40‰ tetapi tidak tahan asam sehingga bakteri Vibrio dapat tumbuh pada pH 4 – 9 dan tumbuh optimal pada pH 6,5 – 8,5 atau kondisi alkali dengan pH 9,0 . Vibrio juga bersifat aerob atau anaerob facultative yaitu dapat hidup baik dengan atau tanpa oksigen.
    Sifat biokimia Vibrio adalah dapat meragikan sukrosa, glukosa, dan manitol menjadi asam tanpa menghasilkan gas, sedangkan laktosa dapat diragikan tetapi lambat.
    Vibrio juga dapat meragikan nitrat menjadi nitrit. Pada medium pepton (banyak mengandung triptofan dan nitrat) akan membentuk indol, yang dengan asam sulfat akan membentuk warna merah sehingga tes indol dinyatakan positif.

    D. SIFAT PATOGENITAS
    Dalam keadaan alamiah, bakteri ini hanya patogen terhadap manusia, tetapi secara eksperimen dapat juga menginfeksi hewan. Hewan laut yang telah terinfeksi Vibrio khususnya Udang, akan mengalami kondisi tubuh lemah, berenang lambat, nafsu makan hilang, badan mempunyai bercak merah-merah (red discoloration) pada pleopod dan abdominal serta pada malam hari terlihat menyala. Udang yang terkena vibriosis akan menunjukkan gejala nekrosis. Serta bagian mulut yang kehitaman adalah kolonisasi bakteri pada esophagus dan mulut.
    Vibrio tidak bersifat invasif, yaitu tidak pernah masuk kedalam sirkulasi darah tetapi menetap di usus sehingga dapat menyebabkan gastritis pada manusia. Masa inkubasi bakteri ini antara 6 jam sampai 5 hari. Vibrio menghasilkan enterotoksin yang tidak tahan asam dan panas, musinase, dan eksotoksin. Toksin diserap dipermukaan gangliosida sel epitel dan merangsang hipersekresi air dan klorida sehingga menghambat absorpsi natrium. Akibat kehilangan banyak cairan dan elektrolit, terjadilah kram perut, mual, muntah, dehidrasi, dan shock (turunnya laju aliran darah secara tiba-tiba). Kematian dapat terjadi apabila korban kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar. Penyakit ini disebabkan karena korban mengkonsumsi bakteri hidup, yang kemudian melekat pada usus halus dan menghasilkan toksin. Produksi toksin oleh bakteri yang melekat ini menyebabkan diare berair yang merupakan gejala penyakit ini.
    Proses ini dapat dibuktikan dengan pemberian viseral antibodi. Bila terjadi dehidrasi, maka diberikanlah cairan elektrolit. Immunitas pasif dapat dilakukan dengan memberikan viseral antibodi dan viseral antitoksin yang dapat mengurangi cairan tanpa mematikan kuman. Vibrio jenis lain juga dapat menghasilkan soluble hemolysin yang dapat melisiskan sel darah merah.
    Struktur antigen Vibrio baik yang patogen maupun nonpatogen memiliki antigen-H tunggal yang sejenis dan tidak tahan panas. Antigen-H ini sangat heterogen dan juga banyak terjadi overlapping dengan bakteri lain.
    Gartnor dan Venkatraman membagi antigen-O Vibrio menjadi grup O1-O6. Yang patogen bagi manusia adalah grup O1 dari Vibrio coma. Antibodi terhadap antigen-O bersifat protektif sehingga Ogawa, Inaba, dan Hikojima membagi tiga serotip yang mewakili tiga faktor gen yaitu A, B, dan C.



    BAB II
    TES KULTUR DAN IDENTIFIKASI


    Pemeriksaan di Laboratorium perlu dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab atau sumber utama dari penyakit yang diderita seorang pasien. Adapun cara pemeriksaannya adalah dengan tes kultur dimana bakteri dapat tumbuh dengan baik dan dengan cara mengidentifikasi spesies apa yang menyerang pasien agar dapat diberikan antibiotik yang tepat untuk menyembuhkannya.
    Sebelum dilakukan tes kultur atau perbenihan, kita harus mengetahui dulu media apa yang cocok untuk bakteri ini. Untuk itu dilakukan pemeriksaan mikroskopis yaitu dengan pembuatan preparat bakteri dengan pewarnaan Gram.

    A. Pewarnaan Gram
    • Metode : Christian Gram
    • Prinsip :
    Membedakan bakteri Gram positif dengan Gram negatif. Yaitu apabila bakteri berwarna ungu, maka Gram Positif. Sedangkan bila bakteri berwarna merah maka Gram negatif.
    • Alat dan Bahan :
    a. Objeck glass
    b. Kapas alcohol
    c. Bunsen
    d. Ose
    e. Bahan pewarnaan Gram
    • Spesimen : faeces atau muntahan
    • Cara kerja :
    a. Meja kerja dibersihkan dengan desinfektan, alat dan bahan disiapkan
    b. Cuci tangan sebelum bekerja.
    c. APD dikenakan.
    d. Objeck glass dibersihkan dengan kapas alcohol.
    e. Spesimen dibuat sediaan diatas objeck glass dengan menggunakan ose dan dikerjakan didekat nyala Bunsen lalu dikeringkan
    f. Setelah kering, difiksasi 3 – 4 kali.
    g. Digenangi dengan larutan Gentian violet selama satu menit, kemudian dibilas dengan air mengalir.
    h. Digenangi dengan lugol selama satu menit, kemudian dibilas dengan air mengalir.
    i. Digenangi dengan alcohol 96% selama 10 – 20 detik, kemudian dibilas dengan air mengalir.
    j. Digenangi dengan larutan Safranin selama 15 detik, kemudian dibilas dengan air mengalir.
    k. Preparat dibiarkan kering udara.
    l. Diperiksa dibawah lensa objektif 100x atau dengan perbesaran 1000x dengan ditambahkan immersion oil.

    • Hasil : Bakteri Gram negatif dengan morfologi batang bengkok.

    B. TES KULTUR
    Dari hasil yang didapat, sumber penyakit dari pasien adalah bakteri Gram negatif batang bengkok. Untuk pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan uji coba dengan tes kultur yaitu penanaman bakteri pada suatu media agar dapat dibedakan jenis bakteri yang satu dengan yang lainnya berdasakan hasil reaksinya terhadap bahan dalam media tersebut.
    Jika media yang digunakan sesuai dengan kebutuhan bakteri, maka bakteri dapat melakukan pertumbuhan dengan baik. Karena sudah diketahui bahwa sifat dari bakteri yang diperiksa adalah Gram negatif dengan morfologinya batang bengkok, maka dapat disimpulkan bahwa bakteri tersebut adalah Vibrio. Untuk mempertegas hasil, media yang digunakan adalah TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salt Sucrose) karena mengandung garam yang tinggi dan brilliant yang selektif untuk bakteri Vibrio serta mengandung sukrosa sehingga membedakan V. cholerae dan V. parahaemolythicus. Media BA (Blood Agar) juga dipergunakan untuk bakteri V. parahaemolythicus yang bersifat hemolitik atau membutuhkan darah untuk pertumbuhannya.
    Adapun cara atau teknik untuk mengkultur yaitu :
    • Alat dan Bahan :
    a. Ose
    b. Bunsen
    c. Inkubator
    d. Media TCBS dan BA
    • Spesimen : faeces atau muntahan
    • Cara Kerja :
    a. Meja kerja dibersihkan dengan desinfektan, alat dan bahan disiapkan
    b. Cuci tangan sebelum bekerja.
    c. APD dikenakan.
    d. Ose dipijarkan diatas nyala bunsen hingga membara.
    e. Tutup dibuka kemudian leher media dipanaskan.
    f. Spesimen diambil sebanyak satu mata ose dengan ose yang dingin kemudian dipindahkan ke media dan dilakukan penyetrikkan.
    g. Semua pekerjaan dilakukan didekat api atau nyala Bunsen.
    h. Ose dipijarkan kembali sebelum diletakkan.
    i. Media diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37˚C.

    C. IDENTIFIKASI
    Identifikasi adalah pemeriksaan untuk membedakan atau mengidentifikasi suatu jenis bakteri dengan menggunakan media penunjang. Media penunjang untuk uji biokimia bakteri Gram negatif adalah Media gula-gula, Media MR-VP, Media TSIA, Media SIM, dan Media SCA. Cara untuk mengidentifikasi bakteri sama halnya dengan cara mengkultur yaitu dengan memindahkan spesimen ke media saja atau bisa dengan memindahkan koloni hasil kultur ke media penunjang.
    Berdasarkan pengamatan visual terhadap bakteri patogen spesies Vibrio, maka bakteri ini dapat dibedakan berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran koloni yang tumbuh pada media TCBS Agar setelah masa inkubasi 24 - 48 jam pada suhu kamar (37˚C). Serta perbedaan pada media yang lainnya.
    Dari hasil penelitian terhadap isolat bakteri Vibrio sp, ditemukan enam spesies bakteri patogen Vibrio sp, yaitu :
    a. Vibrio Anguillarum
    Mempunyai ciri-ciri warna putih kekuning-kuningan, bulat, menonjol dan berkilau. Karakteristik biokimia adalah mempunyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, glukosa, laktosa, sellobiosa, galaktosa dan manitol positif. Sedangkan methyl red dan H2S negatif.
    b. Vibrio alginolyticus.
    Mempunyai ciri-ciri berwarna kuning, diameter 3-5 mm. Karakteristik
    biokimia adalah mempunyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, methyl red dan H2S, glukosa, laktosa, dan manitol positif. Sedangkan sellobiosa, fruktosa, galaktosa negatif.
    c. Vibrio cholera
    Mempunyai ciri-ciri yaitu berwarna kuning, datar, diameter 2-3 mm, warna media berubah menjadi kuning. Karakteristik biokimia adalah mempunyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, methyl red dan H2S, glukosa, laktosa, galaktosa dan manitol positif. Sedangkan sellobiosa, fruktosa, bersifat negatif.
    d. Vibrio salmonicida
    Mempunyai ciri-ciri berwarna bening, diameter < 1 mm, bulat, menonjol dan utuh. Karakteristik biokimia adalah mempunyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, glukosa positif. Sedangkan methyl red, H2S, laktosa, galaktosa, manitol, sellobiosa, fruktosa, bersifat negatif.
    e. Vibrio vulnificus.
    Mempunyai ciri-ciri berwarna biru sampai hijau, diameter 2-3 mm. Karakteristik biokimia adalah mempunyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, methyl red dan H2S glukosa, sellobiosa, fruktosa, galaktosa dan manitol positif. Sedangkan, laktosa bersifat negatif.
    f. Vibrio parahaemolyticus.
    Mempunyai ciri-ciri berwarna biru sampai hijau, diameter 3- 5 mm, dipusat koloni berwarna hijau tua. Karakteristik biokimia adalah mempunyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, glukosa, laktosa, galaktosa dan manitol positif. Sedangkan sellobiosa, fruktosa, methyl red dan H2S bersifat negatif.


    BAB III
    ASPEK KLINIK


    Masa inkubasi bakteri ini antara 6 jam sampai 5 hari. Pada Vibrio parahaemolyticus gejala berlangsung sampai 10 hari, rata-rata 72 jam. Sumber penularannya adalah melalui air, makanan, dan minuman yang terkontaminasi oleh lalat. Serta hubungan antar manusia, yaitu orang yang sedang sakit, orang yang telah sembuh dari penyakit, dan orang yang tidak pernah sakit tetapi membawa bibit penyakit atau healthy carrier. Penyebarannya juga bisa melalui air yang tercemar, bakteri ini termasuk jenis opportunistic pathogen yang dalam keadaan normal ada dalam lingkungan pemeliharaan, kemudian berkembang dari sifat yang saprofitik menjadi patogenik jika kondisi lingkungannya memungkinkan.
    Bakteri Vibrio yang patogen dapat hidup di bagian tubuh organisme lain baik di luar tubuh dengan jalan menempel, maupun pada organ tubuh bagian dalam seperti hati, usus dan sebagainya. Menurut Wagiyo (1975) dampak langsung bakteri patogen dapat menimbulkan penyakit, parasit, pembusukan DNA toksin yang dapat menyebabkan kematian biota yang menghuni perairan tersebut.
    Jika semua ikan dan hewan laut mati atau terkena vibriosis, maka akan menyebabkan penyakit bagi manusia yang memakannya dengan gejala awal seperti mual, muntah, diare, dan kejang perut sehingga bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektorlit secara berlebihan, dehidrasi, kolaps sirkulasi, dan anuri. Penyakit ini biasanya hanya dianggap sebagai diare biasa dan masyarakat hanya menganggap remeh serta tidak ditindaklanjuti atau tidak segera diobati sehingga dapat didapatkan angka kematian tanpa pengobatan sebanyak 25-50%. Di Jepang, 5% diare disebabkan oleh Vibrio parahaemolyticus.

    A. RESISTENSI
    Antibiotik merupakan suatu senyawa kimia yang sebagian besar dihasilkan oleh mikroorganisme, karakteristiknya tidak seperti enzim, dan merupakan hasil dari metabolisme sekunder. Penggunaan antibiotik yang berlebih pada tubuh manusia dapat menyebabkan resistensi sel mikroba terhadap antibiotik yang digunakan. Resistensi sel mikroba adalah suatu sifat tidak terganggunya sel mikroba oleh antibiotik.
    Sejumlah isolat Vibrio yang diisolasi dari udang ternyata resisten terhadap berbagai macam antibiotik seperti spektinomisin, amoksisilin, kloramfenikol, eritromisin, kanamisin, tetrasiklin, ampisilin, streptomisin, dan rifampisin.

    B. PENGOBATAN
    • Mengatasi terjadinya dehidrasi dengan pemberian pediatric cholera solution yang banyak mengandung K+ dan HCO3ˉ.
    • Pemberian antibiotic tetrasiklin yang dapat mempersingkat masa pemberian cairan atau rehirdrasi. Sedangkan pada Vibrio parahaemolyticus adalah dengan pemberian antibiotika kloramfenikol, kanamisin, tetrasiklin, dan sefalotin.

    C. PENCEGAHAN
    • Pendidikan kesehatan (health education)
    • Perbaikkan sanitasi khususnya control terhadap vector lalat
    • Vaksinasi dapat melindungi orang-orang yang kontak langsung dengan penderita. Diadakan perhatian khusus kepada pekerja-pekerja kapal, perenang, dan juru masak seafood karena habitat dari bakteri ini adalah di laut.
    • Pengolahan dan penyimpanan makanan laut harus cermat.

    BAB IV
    PENUTUP


    A. Kesimpulan
    Vibrio adalah genus bakteri yang dominan di perairan dan merupakan penyebab penyakit vibriosis yang menyerang hewan laut seperti ikan, udang, dan kerang-kerangan. Secara langsung akan menimbulkan penyakit yang dapat menyebabkan kematian biota laut yang menghuni perairan, dan secara tidak langsung bakteri yang terbawa biota laut seperti ikan akan dikonsumsi oleh manusia, sehingga menyebabkan penyakit pada manusia.
    Spesies yang terkenal dan cukup patogen adalah Vibrio anguilarum, Vibrio alginolyticus, Vibrio cholerae, Vibrio salmonicida, Vibrio vulnificus, dan Vibrio parahaemolyticus. Untuk mengetahui spesies apa yang menyerang penderita vibriosis, maka dilakukanlah tes kultur dan identifikasi yang sebelumnya dilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Gram terlebih dahulu.
    Dari hasil pewarnaan Gram, dapat diketahui bahwa Vibrio mempunyai sifat Gram negatif dengan morfologi batang bengkok, berukuran panjang (1,4 – 5,0) µm dan lebar (0,3 – 1,3) µm, memiliki satu buah flagel (monotrik) dan dapat bergerak sangat aktif (motil), tetapi tidak berspora dan tidak berselubung.
    Pada biakkan, dapat dilihat bahwa Vibrio membentuk koloni yang cembung (convex), bulat, smooth, opak, dan tampak bergranula bila diamati dibawah sinar cahaya. Vibrio dapat tumbuh optimal pada pH 6,5 – 8,5 atau kondisi alkali dengan pH 9,0 . Vibrio juga bersifat aerob atau anaerob facultative yaitu dapat hidup baik dengan atau tanpa oksigen.
    Sifat biokimia Vibrio adalah dapat meragikan sukrosa, glukosa, dan manitol menjadi asam tanpa menghasilkan gas, sedangkan laktosa dapat diragikan tetapi lambat. Vibrio juga dapat meragikan nitrat menjadi nitrit. Pada medium pepton (banyak mengandung triptofan dan nitrat) akan membentuk indol, yang dengan asam sulfat akan membentuk warna merah sehingga tes indol dinyatakan positif.
    Vibrio tidak bersifat invasif, yaitu tidak pernah masuk kedalam sirkulasi darah tetapi menetap di usus sehingga dapat menyebabkan gastritis pada manusia. Vibrio menghasilkan enterotoksin yang tidak tahan asam dan panas, musinase, dan eksotoksin. Toksin diserap dipermukaan gangliosida sel epitel dan merangsang hipersekresi air dan klorida sehingga menghambat absorpsi natrium. Akibat kehilangan banyak cairan dan elektrolit, terjadilah kram perut, mual, muntah, dehidrasi, dan shock (turunnya laju aliran darah secara tiba-tiba). Kematian dapat terjadi apabila korban kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar. Penyakit ini disebabkan karena korban mengkonsumsi bakteri hidup, yang kemudian melekat pada usus halus dan menghasilkan toksin. Produksi toksin oleh bakteri yang melekat ini menyebabkan diare berair yang merupakan gejala penyakit ini.
    Untuk mengobati penyakit vibriosis ini, maka dilakukan pengobatan teratur yaitu dengan pemberian pediatric cholera solution yang banyak mengandung K+ dan HCO3ˉ, atau dengan memberi cairan elektrolit pengganti akibat diare yg berlebih dan dehidrasi. Kemudian dengan pemberian antibiotic tetrasiklin yang dapat mempersingkat masa pemberian cairan atau rehirdrasi. Sedangkan pada Vibrio parahaemolyticus adalah dengan pemberian antibiotika kloramfenikol, kanamisin, tetrasiklin, dan sefalotin.

    B. Kritik dan Saran
    Tak ada gading yang tak retak. Makalah ini masih jauh dari kata sempurna mengingat kemampuan Kami yang masih terbatas. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun Kami harapkan untuk perbaikkan di masa yang akan datang.
    Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi Kita semua.



    DAFTAR PUSTAKA


    Labiomed. 2005. Diktat Bacteriology. Jakarta.
    http://en.wikipedia.org
    http://ffarmasi.unand.ac.id
    www.rahmatsoft.web.ugm.ac.id
    www.unri.ac.id
    Zinsser. 1980. Microbiology edisi 17.